
Jakarta, mwplayer Indonesia
—
Nilai tukar
rupiah
berada di level Rp17.847 per
dolar AS
pada perdagangan Selasa (18/8) pagi. Mata uang Garuda melemah 49 poin atau 0,28 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,03 persen, peso Filipina melemah 0,22 persen, serta ringgit Malaysia terapresiasi 0,29 persen.
Kemudian, Dolar Singapura stabil, yen Jepang turun 0,01 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,47 persen, dan dolar Hong Kong stabil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, mayoritas mata uang utama negara maju juga menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,03 persen, dolar Australia menguat 0,05 persen, dan dolar Kanada menguat 0,03 persen. Sedangkan Euro turun 0,01 persen dan franc Swiss melemah 0,04 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia.
“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia setelah berakhirnya gencatan senjata AS-Iran,” ujarnya kepada
mwplayerIndonesia.com
, Selasa (18/8).
Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS.
[Gambas:Youtube]
(fln/pta)
Baca lagi: Pemulung Temukan Granat di Bekasi, Kondisi Sudah Berkarat
Baca lagi: Nicholas Hoult Jadi Gilderoy Lockhart di Harry Potter Season 2
Baca lagi: Istana soal Prabowo Diapit Jokowi-Gibran: Selama ini Akrab, Bestie



