Ramai Istilah ‘In This Economy’, Airlangga Bantah Ekonomi RI Lesu

Jakarta, mwplayer Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

Airlangga Hartarto

membantah anggapan bahwa

perekonomian

Indonesia tengah lesu di tengah ramainya istilah ‘

in this economy

‘ di media sosial.

Ia mengatakan sejumlah indikator menunjukkan ekonomi Indonesia masih tumbuh.

“Pertama, saya ingatkan bahwa perekonomian kita sampai semester I (2026) masih tumbuh 5,45 persen, artinya itu adalah salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Jadi ekonominya tinggi,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan Jakarta Pusat, Kamis (27/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Airlangga, aktivitas konsumsi juga masih bergerak. Ia mencontohkan penjualan otomotif dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) serta penjualan kendaraan listrik (

electric vehicle

/EV) pada semester I 2026 yang menurutnya tumbuh hingga 80 persen dibandingkan tahun lalu, baik untuk kendaraan

hybrid

maupun berbasis baterai.

“Jadi kalau itu kita melihat sebetulnya ekonomi kita

track

-nya masih berjalan dan indeks keyakinan konsumen (IKK) juga masih di atas 100,” ujarnya.

Untuk menjaga daya beli, pemerintah masih menjalankan sejumlah program, termasuk bantuan beras untuk masyarakat hingga kuartal IV 2026. Airlangga juga menyebut kebijakan pajak penghasilan (PPh) ditanggung pemerintah bagi pekerja dengan gaji hingga Rp10 juta.

[Gambas:Youtube]

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat memberikan tambahan sekitar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta bagi setiap buruh, pekerja, atau karyawan yang memenuhi ketentuan. Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan daya beli masyarakat.

Airlangga juga mengatakan pelaku ritel masih menunjukkan optimisme. Dari sekitar 800 merek yang beredar, ia menyebut 500 di antaranya merupakan merek nasional.

“Jadi sebetulnya dari segi domestik market kita semakin dalam dan semakin kuat,” tuturnya.

Di sisi konsumsi digital, Airlangga mengatakan tren belanja melalui kanal

online

juga masih tumbuh. Menurutnya, perdagangan saat ini semakin menggabungkan kanal

offline

dan

online

atau

omnichannel

.

Ia menjelaskan jumlah penjual

online

telah mencapai sekitar 800 ribu. Sementara transaksi melalui

video commerce

, yakni aktivitas jual-beli yang memanfaatkan video atau siaran langsung, telah mencapai sekitar 2,6 miliar transaksi.

“Jadi kalau sekarang trennya (belanja masyarakat) tetap baik, terjadi tentu

dual

channel

atau kita sering sebut sebagai

omnichannel

di mana

video conference

trade

atau

commerce

itu berjalan dan trennya malah naik ke 800 ribu (penjual), itu naik hampir 75 persen, dan

number of transaction

-nya sekitar 2,6 miliar. Ini yang tren positif di Indonesia,” beber Airlangga.

[Gambas:Youtube]

Di sisi lain, Airlangga mengatakan pemerintah terus mendorong perluasan sistem pembayaran digital untuk mendukung perdagangan, termasuk bagi pelaku UMKM. Salah satu instrumen yang didorong adalah QRIS agar dapat digunakan di seluruh negara ASEAN.

“Kita sudah punya

payment system

yang QRIS yang diharapkan bisa digunakan di seluruh negara ASEAN, kali ini baru di lima negara ASEAN sehingga bagi UMKM kalau menggunakan QRIS mendapatkan keuntungan karena tidak ada dalam tanda petik

merchant discount

. Jadi biayanya untuk pedagang adalah nol,” katanya.

Menurut Airlangga, perluasan penggunaan QRIS dapat mempermudah pedagang dalam menerima pembayaran digital, termasuk ketika melakukan transaksi untuk kegiatan ekspor.

“Dengan demikian kalau ini bisa menggunakan QRIS untuk

payment

dan juga bisa digunakan tadi juga untuk ekspor maka tentunya bagi para pedagang bisa difasilitasi dengan

digital payment

ini,” ujarnya.

Adapun istilah ‘

in this economy

‘ yang ramai digunakan warganet umumnya merujuk pada kondisi ketika masyarakat menghadapi tekanan finansial, seperti kenaikan biaya hidup atau pendapatan yang dinilai tidak sebanding dengan pengeluaran. Frasa tersebut kerap digunakan dengan nada humor atau sindiran di media sosial.

(del/ins)

Baca lagi: Kerumunan Massa di Lintasan Stasiun Jakarta, 9 KRL Terlambat

Baca lagi: PM Jepang Curhat Kesepian Gegara Semua Kecoak di Rumah Dibasmi

Baca lagi: Komdigi: Aplikasi Hornet Sudah Dihapus dari App Store dan Play Store

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: