Insentif Kendaraan Listrik Dilanjut, Terhubung Proyek Mobil Nasional

Jakarta, mwplayer Indonesia

Menteri Koordinator bidang Perekonomian

Airlangga Hartarto

mengatakan pemberian insentif

kendaraan listrik

dilanjutkan pemerintah.

Airlangga menambahkan pemberian insentif kendaraan listrik itu akan dikaitkan dengan pengembangan mobil serta motor listrik nasional. Dalam waktu dekat, Presiden Prabowo Subianto bakal meluncurkan proyek tersebut.

“Itu nanti kita lihat dikaitkan dengan mobil nasional atau motor nasional,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (27/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pekan lalu, Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia bakal segera memiliki motor listrik nasional yang diproduksi di dalam negeri.Motor nasional tersebut akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Prabowo mengungkap motor listrik ini akan diproduksi langsung oleh Indonesia. Namun begitu, ia tidak merinci merek dan kapan motor tersebut akan diluncurkan.

“Sebentar lagi kita sudah punya motor nasional. Saya akan launching beberapa minggu ini motor listrik nasional,” kata Prabowo dalam pidatonya di acara Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7), melansir

Detik.

Ia berharap kehadiran motor listrik nasional dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya para petani untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Saya berharap nanti petani-petani kita minimal naik motor listrik ya. Malah siapa tahu ada yang pakai mobil semua nanti,” ujarnya.

Bukan cuma motor, Prabowo juga mengeklaim bahwa Indonesia akan memiliki mobil nasional. Mobil ini sama halnya dengan motor yang merupakan buatan anak-anak Indonesia.

“Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia, kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia. Sekarang TNI dan Polri sudah pakai Jeep buatan putra-putri Indonesia,” jelasnya.

Prabowo juga sempat menceritakan pengalamannya memilih kendaraan taktis Maung buatan dalam negeri ketimbang mobil impor. Menurutnya, hal itu dilakukan meski harga mobil tersebut lebih mahal dibanding mobil impor.

“Waktu itu saya Menhan, sama TNI saya disodorkan, ‘Pak, ini jeep bagus, murah buatan asing. Ini buatan Indonesia, tapi mahal pak’. Ya karena kita baru mulai,” cerita Prabowo.

Menurutnya, jika pemerintah terus memilih produk impor yang lebih murah, industri otomotif nasional tidak akan pernah berkembang. Prabowo mengklaim mobil produksi anak bangsa itu kini sudah dipakai perwira TNI.

“Ya kalau saya pilih yang murah ini kapan Indonesia punya jeep sendiri. Ya sudah, saya pilih yang agak mahal tapi buatan anak-anak Indonesia sendiri, yaitu Maung. Itu yang sekarang dipakai perwira-perwira kita,” pungkasnya.

[Gambas:Youtube]

(pta)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: FOTO: Revitalisasi SDN Tanggirejo Grobogan

Baca lagi: Resmi: David Alonso Gabung Honda HRC MotoGP Mulai 2027

Baca lagi: ATSI Buka Suara Soal Putusan MK Wajibkan Opsel Hindari Kuota Hangus

One Response

  1. Bahasannya sangat berbobot dan terstruktur dengan baik dari awal sampai akhir. Sukses terus untuk blognya! Kebetulan kemarin sempat baca ulasan sejenis yang detail di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320687135_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297577958_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297006400_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297065619_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297580690_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320295813_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320162897_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297143687_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320639210_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320376741_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320044416_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320487854_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320257185_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320271534_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296999715_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320468067_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320381965_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297177551_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297597217_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320249271_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297272788_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320466444_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297525704_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320500660_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320428627_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297027160_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320481427_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320478695_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297186806_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296891768_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297295043_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?pages-list

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: