
Jakarta, mwplayer Indonesia
—
Di tengah derasnya arus informasi kesehatan di ruang digital, kemampuan masyarakat memilah informasi yang benar menjadi sebuah tantangan baru.
Menjawab kondisi tersebut, Darya-Varia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat literasi kesehatan agar masyarakat semakin cerdas dalam mengambil keputusan guna menjaga kesehatan.
Komitmen tersebut disampaikan Legal & Corporate Affairs Division Head sekaligus Corporate Secretary Darya-Varia, Widya Olivia, dalam talkshow Konsumen Cerdas, Indonesia Lebih Sehat pada mwplayer Indonesia Health Special yang digelar dalam rangka Wellnest Festival Vol.2, Rabu (22/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam diskusi tersebut, Widya menyampaikan bahwa peran industri farmasi kini tidak lagi terbatas pada penyediaan produk kesehatan semata.
Industri, kata dia, juga memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memilih produk yang aman, legal, dan sesuai kebutuhan.
Momentum tersebut bertepatan dengan peringatan 50 tahun perjalanan Darya-Varia pada 2026. Bagi perusahaan, usia setengah abad itu menjadi refleksi atas komitmen jangka panjang dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui inovasi, edukasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Bagi kami, 50 tahun bukan hanya usia perusahaan, tetapi bagaimana kami terus melanjutkan komitmen untuk membangun kepercayaan masyarakat. Membangun Indonesia yang lebih sehat bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan antara industri, pemerintah, media, komunitas, hingga masyarakat itu sendiri,” ujar Widya dalam keterangan resmi dikutip Selasa (28/7).
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Darya-Varia secara konsisten menghadirkan berbagai program edukasi kesehatan melalui kanal digital, kolaborasi dengan media, serta aktivitas yang melibatkan komunitas secara langsung.
Menurut Widya, kemudahan memperoleh informasi saat ini harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi yang berasal dari sumber terpercaya sehingga dapat mengambil keputusan kesehatan secara tepat.
“Karena itu, kami terus memanfaatkan berbagai kanal digital, berkolaborasi dengan media, serta hadir langsung di tengah masyarakat melalui berbagai program edukasi kesehatan,” kata Widya.
Dalam kesempatan ini, Darya-Varia juga mendorong masyarakat untuk memaknai konsep wellness secara lebih menyeluruh. Tidak hanya mengikuti tren gaya hidup sehat, tetapi juga memahami pentingnya pola makan seimbang, aktivitas fisik, kesehatan mental, deteksi dini, serta penggunaan produk kesehatan yang aman dan sesuai kebutuhan.
“Konsumen yang cerdas adalah mereka yang mampu memahami informasi dari sumber yang terpercaya, mengetahui legalitas suatu produk, serta mengambil keputusan yang tepat sesuai kebutuhan kesehatannya. Wellness bukan sekadar mengikuti tren, tetapi memahami kesehatan secara menyeluruh, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, kesehatan mental, hingga upaya deteksi dini,” jelas Widya.
Sejalan dengan meningkatnya tren preventive healthcare, Darya-Varia juga terus menghadirkan berbagai inovasi yang mendukung masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan.
Tidak hanya melalui produk berkualitas, perusahaan juga mengembangkan berbagai solusi kesehatan, termasuk pemanfaatan teknologi digital berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung deteksi dini dan pemantauan kesehatan secara mandiri.
“Bagi Darya-Varia, inovasi bukan hanya menghadirkan produk baru, tetapi juga memahami perkembangan kebutuhan kesehatan masyarakat. Karena itu kami terus mengembangkan solusi yang relevan, termasuk pemanfaatan teknologi digital berbasis IoT dan AI untuk mendukung masyarakat agar lebih proaktif menjaga kesehatannya,” ujar Widya.
Melalui semangat kolaborasi dan inovasi yang telah dibangun selama lima dekade, Darya-Varia berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi kesehatan yang berkualitas sekaligus meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya masyarakat yang lebih kritis dalam memilih informasi kesehatan, memahami pentingnya menggunakan produk yang aman dan legal, serta semakin proaktif dalam menerapkan gaya hidup sehat.
Menutup sesi diskusi, Widya Olivia mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan literasi kesehatan dan lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait kesehatan.
“Pada akhirnya, keputusan yang kita ambil dalam memilih informasi maupun produk kesehatan akan menentukan kualitas hidup kita. Industri dapat menghadirkan produk dan edukasi, tetapi tanggung jawab utama menjaga kesehatan tetap dimulai dari diri sendiri. Ketika setiap individu menjadi konsumen yang lebih cerdas, kita dapat mewujudkan keluarga hingga masyarakat Indonesia yang lebih sehat,” tutup Widya.
(rea/rir)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video mwplayer]
Baca lagi: Apa yang Terjadi Jika Minum Teh Hijau Setiap Hari?
Baca lagi: Jasad Presenter TVRI Terseret Arus di Papua Barat Ditemukan
Baca lagi: Bos Marvel Cerita Awal Mula Gaet David Jonsson Jadi Black Panther Baru




One Response
Penjelasan yang sangat menarik dan memberikan perspektif baru buat saya. Terima kasih banyak admin! Kebetulan saya juga nemu info serupa yang dibahas mendalam di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320543675_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297441916_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297539893_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297289339_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297133049_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320129065_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297314318_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296883726_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297266956_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297099185_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297422385_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297062887_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297256978_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297137983_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297533328_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297104409_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297374348_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297299967_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297020749_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320556779_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320593359_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320743614_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320480777_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320333750_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296956732_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320059738_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297519165_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320672786_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320383450_htm sebagai referensi tambahan.