
Daftar Isi
Jakarta, mwplayer Indonesia
—
Presiden RI
Prabowo Subianto
menginstruksikan Menteri ESDM
Bahlil Lahadalia
untuk menyusun langkah strategis dalam memproduksi Etanol 50 (
E50
).
Upaya tersebut dinilai dibutuhkan untuk memastikan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) Tanah Air bisa selalu terpenuhi.
“Bapak Presiden tadi memerintahkan untuk segera menyusun langkah-langkah yang sama untuk kita membangun E50,” kata Bahlil usai Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan kebutuhan BBM RI untuk solar per tahun berkisar 39 juta kiloliter. Adapun kebutuhan untuk bensin berasda di kisaran yang sama, yakni 39 juta sampai 40 juta kiloliter.
”
Nah
, ini sebagai bentuk daripada mendorong ketersediaan BBM dalam negeri,” ucapnya.
Bahlil mengatakan perintah presiden untuk membangun E50 sebagai upaya jangka panjang. Ia menyebut langkah ini berkaca dari keberhasilan B50 yang membuat RI dapat mengurangi ketergantungan atas impor solar.
[Gambas:Youtube]
Selain itu, Bahlil mengatakan pemerintah juga mendorong eksplorasi besar-besaran terhadap blok-blok minyak serta optimalisasi terhadap sumur-sumur yang sudah ada.
Ia mengatakan akan melakukan intervensi teknologi terhadap sumur-sumur tua.
“Termasuk di dalamnya tadi Bapak Presiden memerintahkan untuk memantau terkait dengan sumur-sumur rakyat yang 45 ribu (sumur) itu harus dilakukan secara profesional dan kemudian tidak boleh ada pelanggaran atau dijual ke tempat lain,” ujarnya.
(mnf/ins)
Baca lagi: Lando Norris Juara F1 GP Hungaria, Verstappen Kedua
Baca lagi: Resmi Lepas Gelar, Pangeran Harry dan Meghan Jadi Rakyat Biasa
Baca lagi: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.764 per Dolar AS Pagi Ini



